Apa sih yang kalian cari dalam hidup?

Wih, judulnya agak serius nih! Hehe.
Berawal dari beberapa hari terakhir, lebih tepatnya beberapa minggu ini sempat terpikirkan untuk berhenti kuliah karena jenuh. Loh? Loh? Loh? Wah! Hehe, ini dikarenakan saya sendiri bosan teramat sangat dengan tugas - tugas, deadline project, kerjaan, dan semua ini belum merupakan tantangan yang besar dalam hidup saya. Entahlah, kalau boleh dibilang saya bosan dengan rutinitas yang begitu - begitu saja setiap harinya. Saya bisa kuliah dengan IP yang alhamdulillah bisa dibilang ndak jelek-jelek amatlah. Saya bisa ngerjain project akhir mata kuliah kalo saya mau disipilin menyesuaikan jadwal. Saya bisa ngerjain kerjaan yang beberapa hari terakhir tidak begitu banyak sebagai sambilan di tengah kuliah. Silakan bilang saya sombong, karena menurut saya justru saya ini merasa sering merasa ga punya kelebihan yang bisa dibanggakan.

Kembali ke judul, apa sih yang kalian cari dalam hidup?
Kalau sudah dapat IP bagus mau ngapain? Salah satu teman saya mengatakan bahwa mendapatkan IP bagus itu pertanggung jawaban kita ke orang tua. Proses mendapatkan IP bagus adalah pertanggung jawaban ke Tuhan. Kemudian kalau boleh saya tambah, wirausaha adalah kontribusi nyata untuk pengabdian masyarakat. Maka dari itu, melakukan rutinitas itu saya penuhi semata - mata untuk pertanggung jawaban saya kelak. Sedangkan kerja sambilan sebagai desainer freelance ini saya anggap sebagai usaha kecil - kecilan yang siapa tahu bisa jadi besar dan memberikan lapangan pekerjaan untuk orang lain nantinya. Sebenarnya, yang menjadi pertanyaan disini adalah, tujuan saya hidup sebenarnya apa sih dengan melakukan semua itu?

Setelah berpikir selama beberapa hari, setelah sharing beberapa hal dengan teman - teman, setelah lebih banyak membaca dan mendengar, setelah memandang segalanya tidak pada satu sisi saja, akhirnya saya sedikit banyak mendapat pencerahan....

Disini saya mencoba berpikir sebagai orang yang bingung mencari tujuan hidup. Pertanyaan yang paling dasar adalah kenapa sih manusia diciptakan? Tujuannya apa? Ternyata kita diciptakan Allah untuk beribadah dan sebagai khalifah di muka bumi. Pasti Anda tahu betul jika Anda muslim, karena hal ini sudah dipelajari sejak di pelajaran agama Islam saat jenjang Sekolah Dasar.

Dari sini saya mulai berpikir kenapa saya sering jenuh yah? Kenapa saya kok mudah bosan dengan rutinitas yang jika dilihat semuanya baik - baik saja dan jauh dari hal - hal yang dilarang Allah? Baru saya sadari bahwa ibadah saya kurang. Sholat wajib sering sekali tidak tepat waktu, sholat sunnah mulai menurun intensitasnya, sedekah juga sering terabaikan belakangan ini, astaghfirullah....
Sekali lagi, saya diciptakan untuk beribadah tapi saya sendiri sangat sangat kurang dan banyak yang perlu diperbaiki lagi dan lagi. Terus belajar dan belajar, melihat berbagai hal dari berbagai sisi pula.

Lalu apa manfaat nyata yang didapatkan dari rutinitas saya yang telah saya keluh-kesahkan di atas?

Saya sering dianggap apatis (istilah ini sedikit sensitif di kalangan mahasiswa sepertinya, hehe). Hal ini dikarenakan saya kurang atau bahkan tidak aktif di organisasi kampus. Saya sering dianggap berorientasi pada nilai kuliah tanpa mempedulikan soft skill dan kehidupan sosial dengan teman - teman yang lain. Saya dianggap terlalu fokus pada hard skill untuk berkompetisi dengan yang lain. Saya sempat berpikir, berarti rutinitas saya ini ga ada manfaatnya dong kalau begitu? Apa yang salah dengan saya? Saya harus bagaimana?

Silakan menganggap jawaban yang akan saya jelaskan ini sebagai pembelaan. Saya sama sekali tidak keberatan karena mungkin dangkalnya pengetahuan yang saya miliki ini dalam menjabarkan pandangan hidup saya. Perlu Anda ketahui, rutinitas yang saya jalani memang sangat - sangat membosankan bagi saya. Ternyata semua rutinitas yang saya jalani itu manfaat dan dampaknya luar biasa. Dengan mendapat IP bagus, saya memberikan kontribusi ke kampus untuk mempertahankan akreditasi yang sudah dinilai baik. Dengan kerja sambilan, saya bisa membantu orang tua untuk sedikit demi sedikit mengurangi uang jajan saya. Ternyata, menghadapi client yang bandel dan nyebelin justru mengasah soft skill  diri saya, dimana tidak saya dapatkan di organisasi karena saya memang tidak mengikuti organisasi.

Merasa mendapat pencerahan....

Ternyata apa yang saya lakukan selama ini tidak sia - sia. Lalu mengapa saya masih bosan dan jenuh? Kembali ke tugas utama manusia, mungkin semua ini karena kurangnya ibadah saya sehingga tanpa sadar saya menjauhkan diri dari kata bersyukur. Mungkin saya kurang mendekatkan diri pada Allah. Mungkin apa yang saya lakukan selama ini tidak sesuai dengan perintah Allah. Apa sih yang saya harapkan dari hidup yang kalau boleh dibilang mungkin cuma 60-80 tahun (artinya sementara, saya pasti mati suatu saat, karena satu - satunya yang kekal adalah Allah)?

Pertama, saya akan berusaha memperbaiki diri untuk lebih taat dengan perintah Allah dan orang tua. Mengapa? Karena ridho-Nya tergantung pada ridho orang tua. Selama hidup, apa sih yang bisa kita beri pada mereka? Bagaimana bisa membahagiakan mereka kalau rutinitas cemen begitu saja mengeluh habis - habisan?

Kedua, sebaik - baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain. Apa sih yang paling bisa diandalkan pada diri kita? Saya ingin sekali dan berusaha untuk menjadi orang yang bisa diandalkan, bukan menjadi orang yang selalu mengandalkan orang lain.

Ketiga, belajar tiada henti dan melihat segala sesuatunya tidak dari satu sisi saja. Apa sih yang kita dapatkan dari su'udzon terhadap segala hal sepanjang hidup? Jelas merugikan dan banyak membuang waktu.

Terakhir, mengalahkan diri saya sendiri. Jika saya bisa mendapatkan sesuatu hari ini. Maka besok saya harus mendapatkan sesuatu yang lain untuk menambah nilai positif pada sesuatu yang saya miliki sebelumnya.

Tujuan saya menulis ini semua tidak lain hanya untuk mengingatkan diri saya sendiri ketika merasa jenuh, bosan, patah semangat, bingung dengan arah tujuan hidup, lupa dengan-Nya. Semoga bermanfaat, amin.

Setahun Kuliah, Ngapain Aja?

Hey yoo! Apa kabar blogku yang makin lama makin nggak keurus ini? Mumpung ada waktu dan memang sedang ingin berbagi cerita, kali ini aku posting pengalaman kuliah yang udah hampir setahun. Kurang lebih ini kayak curhat sih sebenernya, tapi yah mungkin bisa dijadikan pelajaran buat kalian yang mungkin mau kuliah, udah kuliah, atau bahkan mau dan akan lulus kuliah. Hehe :D

Lailul, seorang mahasiswi semester dua, D3 - Teknik Informatika dari PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya). Kampus kecil dengan banyak prestasi besar yang bangunannya terletak di sebelah saudara tuanya, ITS. Yep, kampusku bukan lagi menjadi bagian dari ITS lagi sejak tahun 2012. Ini berarti aku angkatan pertama PENS (tanpa ITS) dan aku bangga setengah mati menyandang status ini.

Dulu, mimpi besar aku perlihara bukanlah jurusan Teknik Informatika meskipun sejak kelas 6 aku sudah sangat menyukai komputer itu sendiri, mulai belajar menginstall program sendiri, utak-atik sistem operasi, dan lain sebagainya. Tetapi perhatianku terhadap komputer sebagai alat "komputasi modern" ini berubah ketika menginjak kelas 3 SMP menuju kelas 1 SMA. Aku lebih suka menggunakan komputer sebagai alat untuk menuangkan imajinasi melalui desain grafis. Saat itu, aku lebih tertarik membuka photoshop dan belajar memanipulasi gambar. Pada kelas 2 SMA, aku mengenal lebih luas lagi tentang dunia desain grafis. Aku mulai mengenal vektor dengan Corel Draw atau Adobe Illustrator. Tidak hanya itu, aku menemukan akun-akun orang hebat dalam ilustrasi dan melihat karya mereka di blog mereka. Hal ini justru membuatku lebih tertarik untuk mendalami dunia desain ini, hingga ada cita - cita untuk kuliah desain. Disisi lain, aku suka dengan pelajaran menghitung meskipun aku sendiri tidak mahir betul di dalamnya, seperti matematika dan fisika. Maka muncul juga dalam pikiranku untuk ambil Arsitek atau Teknik Sipil agar bisa memadukan perhitungan angka dengan seni. Aku berpikir ini akan menjadi perpaduan yang hebat, otak kanan dan otak kiri akan digunakan seimbang nantinya.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai berpikir lebih dewasa saat kelas 3 SMA. Prospek kerjanya DKV, Arsitek, dan Teknik Sipil aku rasa kurang "ngeh" di Indonesia. Dulu aku terinspirasi dari sebuah brand advertising di Amerika dimana pendirinya adalah orang Indonesia. Aku dulu ingin sekali bisa bekerja di dunia advertisement dengan harapan bisa menuangkan imajinasi dan membuat mata orang lain dimanjakan dengan apa yang aku hasilkan dalam desain. Tapi ketika menyadari itu di luar negeri, aku jadi ingat juga kalau Arsitek juga lebih "dihargai" di luar Indonesia. Maka dengan pemikiran dan pertimbangan berbulan - bulan akhirnya kuputuskan saja untuk mengambil Teknik Informatika dengan harapan aku bisa menggunakan kemampuanku di matematika yang sedang - sedang saja ini tetapi tidak juga meninggalkan komputer dan tentu saja aku masih bisa menyalurkan hobi desainku yang belum bisa dibilang mahir juga.

Jika kalian pernah menonton film Negeri 5 Menara, pasti kalian akan mengerti bagaimana perasaan Alif, tokoh utamanya saat menjalani pilihan yang bukan dari hatinya. Kurang lebih aku pernah mengalami hal yang sama. Orang tua lebih mendukung aku di jurusan ini, Teknik Informatika. Aku menjalaninya dengan sepenuh hati dan masih excited di awal perkuliahan. Hingga ada satu mata kuliah yang membebankan tugas untuk membuat software dan menjualnya, tugas ini diberikan pada minggu ketiga aku kuliah. Gila? Iya! Kemampuanku yang start dari nol tentang pemrograman ini membuatku berpikir keras, belajar banyak, tetapi tak juga membuahkan hasil. Meskipun pada akhirnya kelompokku menggunakan software buatan temanku, Riza, aku sempat menangis juga dan menyesal, kenapa ambil jurusan ini dan sempat juga ingin menyerah, hehe.

Tetapi aku kembalikan lagi tujuanku kuliah saat itu, aku ingin suatu saat nanti minimal aku bisa menghidupi diriku sendiri tanpa membebani orang tua. Aku lebih suka membaca quotes orang - orang sukses di bidang IT setiap kali semangatku turun, seperti quotes dari Steve Jobs ataupun Bill Gates. Mengingat mereka justru D.O dari kuliah dan bangkit dengan cara mereka sendiri, ini salah satu inspirasiku juga dalam belajar. Aku juga bersyukur ketika kuliah bertemu dengan saudara - saudara sekelas yang tidak mampu kujelaskan dengan kata - kata, mereka hebat! Karena mereka juga aku bangkit, aku belajar banyak tentang hidup, belajar tentang budaya dan latar belakang mereka, motivasi mereka kuliah, hingga belajar arti persaudaraan dan keluarga.

suasana ketika Riza traktiran karena IP-nya tertinggi di kelas, 3,93 loh!

suasana ketika Fadhil panen ayam dari Kediri, terus bakar-bakar dirumahnya Yusuf

ibu - ibu D3-IT-A, hayoo coba tebak aku yang mana, haha

Dengan bangkitnya semangatku, aku baru sadar, ternyata ini loh jalanku yang terbaik. Jalan yang sudah diberikan Allah dengan segala kasih sayang dan nikmat-Nya berlimpah ruah kepada hamba-Nya yang terkadang sembrono dan lupa ibadah ini, astaghfirullah.

Lalu udah ngapain aja setahun ini, Lul?
Udah dapet apa aja, Lul?
Gimana pencapaian dan targetmu selama ini, Lul?

Salah satu kisah menarik ketika kuliah adalah taruhan ngoding, disini aku, Aulia, Yusuf, dan Ridlwan memiliki perjanjian khusus ketika akan UAS semester satu dulu. Kita taruhan buat menyelesaikan modul praktikum konsep pemrograman dalam dua atau tiga minggu kalo nggak salah. Siapa yang belum selesai atau yang paling sedikit ngodingnya, traktir yang lain. Hehe, ternyata Aulia masih sampe bab string dulunya sedangkan aku dan Ridlwan nyampe pointer dan Yusuf udah selesai malah.

Setelah UAS juga aku alhamdulillah diajak untuk mengikuti kompetisi sama Yusuf dan Alfiyan, bisa dibaca dengan klik disini untuk cerita kompetisi itu, hehe.
tim BluIce_01, mukanya kucel seharian presentasi dan nunggu pengumuman

Tidak hanya itu, selain kuliah aku juga menyempatkan menerima pesanan vektor jika tugas kuliahku sendiri tidak terlalu banyak. Oh iya, sempat juga aku dan Yusuf mengikuti kompetisi lagi di Universita Brawijaya, Malang. Alhamdulillah menang lagi, hehe :D
belum sempet foto sebagai satu tim dengan Yusuf, ini tim Forza Informatika

Pencapaian dan targetku sendiri alhamdulillah 80% tercapai, dan sampai saat inipun masih berusaha untuk mencapai 100% itu sendiri. Mengingat kalimat yang pernah aku ucapkan dulu ketika kakak kelas memberikan pertanyaan pada kami (sebagai adek kelas), apa motivasi masuk Teknik Informatika? Aku menjawab karena dua hal:
1. Aku pengen buktiin kalo logikanya cewek itu ga kalah sama cowok. Cewek juga bisa lebih jago dari cowok, meskipun pada umumnya memang cowok dikenal logikanya lebih kuat dari cewek.
2. Biar keren aja, haha.

Jujur, kemampuan codingku hanya sebatas bisa, bukan di atas rata - rata apalagi dewa. Justru bisa dibilang masih belajaran, logika belum sepenuhnya terbentuk. Bikin program sederhana aja kadang masih butuh coret-coret kertas buat menerka logika pemecahan masalahnya. Tapi gapapa, aku sendiri kadang merasa minder memang, tapi kalo minder terus-terusan dan ga mau belajar itu yang salah. Intinya sih, hilangkan rasa malu bertanya dan takut terlihat bodoh. Mereka yang udah jago dulunya pasti pernah mengalami masa - masa menjadi "newbie" juga kan? Hehe...

Kesimpulannya, sama seperti apa yang diucapkan oleh Ayah Alif di film Negeri 5 Menara:
Kamu tidak akan pernah tau mana yang baik buatmu jika kamu tidak mencobanya.

Oh iya, aku belajar dari pengalamanku melihat teman - teman yang merasa tidak mampu mengikuti mata kuliah lalu merasa salah jurusan padahal minat mereka disini, aku yakin itu bukan karena ketidakmampuan mereka, tetapi itu karena kemauan mereka. Bukan masalah bisa atau tidak, mungkin IQ kalian lebih tinggi daripada IQ-ku yang sedang - sedang saja, tapi apa guna IQ tinggi kalau kalian tak punya kemauan untuk mencoba.

Ibarat kalian ingin kenyang, tapi kalian hanya melihat nasi di depan kalian tanpa mau berusaha mengambil sendok dan memakannya. See? Apa yang kalian dapatkan di masa depan adalah buah dari apa yang kalian lakukan hari ini. Pokoknya belajar terus, biar dikatain bodoh, ga jago ngoding, ga pinter juga, pengalaman kurang, bahkan dianggap sok tau, tetap aja belajar terus dan jadiin kata - kata cibiran untuk kita sebagai motivasi untuk membuktikan kalo cibiran itu hanya sekedar "cibiran". Hehe..

Tak Terduga: Menang dalam Lomba WebDesign ITS EXPO

Wotsaaah~
Lama nggak ngeblog, niat untuk rajin di waktu lalu terkubur sudah dengan tugas kuliah yang makin lama makin naudzubillah untuk diceritakan bahkan diingat sekalipun. Yep! Mau cerita yang semoga nggak mengurangi tujuan untuk memotivasi kalian juga dalam berkarya. Here we go!

Bulan Februari...
Liburan semester pertama dalam kuliah, sebulan loh! Iya, sebulan. Beda banget sama sekolah yang cuma seminggu. Hehe. Kebetulan ada informasi kalau ITS (kampus sebelah, kampusku PENS) mengadakan acara tahunannya yaitu ITS EXPO yang di dalamnya ada IT Contest. IT Contest sendiri dibagi menjadi tiga divisi yaitu Lomba Web Design, Aplikasi, dan Game Development.
Usut punya usut, teman sekelasku yang tahun lalu jadi juara pas SMA, namanya Yusuf, punya niatan buat merekrut anggota tim dan ikutan Lomba Web Design. Nah, disinilah aku mulai diajak untuk berperan jadi Desainer di dalam tim bersama satu anggota lainnya, Alfiyan.

Dua bulan lamanya kita kerja bareng, ambil konsep dengan tema lingkungan yang lebih mengena dengan keadaan kota Surabaya. Karena tema dari IT Contest sendiri adalah Mahakarya Teknologi Demi Kemajuan Bangsa Indonesia (ini seingatku loh yah, kalau nggak salah, pokoknya intinya gitu, udah, iyain aja :p). Disini, Yusuf lebih banyak berperan, sebagai programmer yang nggak diragukan lagi levelnya (dewa banget braaay~). Aku sendiri yang masih cupu, gambar masih amatiran, sebagai Desainer juga masih banyak belajar dari Yusuf. Sedangkan Alfiyan sebagai Konseptor dalam tim.

Akhirnya waktu untuk pengumpulan prototipe tiba...
Setelah berdoa dan berusaha, akhirnya hari terakhir pengumpulan, tim kami baru ngumpulin, mepet banget! Hehe... :D

Di sela - sela tugas kuliah yang sempat aku jelasin di atas, kita masih berharap dan berdo'a menunggu pengumuman 5 finalis yang akan maju ke babak selanjutnya. Hari itu tiba dan... alhamduillah...

Klik gambar untuk memperbesar

Subhanallah, dari tiap - tiap divisi ada perwakilan dari kampusku, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Lebih bersyukur lagi karena timku, BlueIce_01 masuk juga dalam daftar finalis kategori Web Design. Pengumuman ini aku tahu dari file yang diupload Yusuf di facebook dimana ada komentar dosen yang membimbing kami, mengucapkan selamat dan memberikan kami semangat untuk melanjutkan pengembangan project ini untuk presentasi di tanggal 23 April nantinya. Wow! Pengalaman pertama bagiku! Lima finalis ini lolos dari sekitar 40 hingga 50 tim dari perguruan tinggi yang lain. :)

Klik gambar untuk memperbesar

Presentasipun dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, nomor urut yang kami dapat ketika diundi adalah nomor tiga setelah tim dari UMB 12 dan Kajian Komputer (insyaAllah begitu urutannya seingatku). Ketika presentasi ada rasa deg - degan, tetapi dengan persiapan yang meskipun dadakan dan beberapa kali revisi bahan presentasi (sampe dibela - belain begadang dan Alfiyan sendiri sakit loh!), alhamdulillah kami lancar mempresentasikan karya kami di depan dewan juri. Yuhuuuuu~
Pertanyaan juri yang aku terima dan paling berkesan adalah, "Ini Tugas Akhir yah?". Dengan nada bingung, aku jawab kalau ini project memang untuk lomba ini, bukan Tugas Akhir alias Skripsi. Ada satu lagi pertanyaan dari juri yang sama, "Tim kamu ini ada yang udah tahun ke-empat yah?". Lagi - lagi dengan nada bingung, aku jawab kalau kita semua (tim BlueIce_01) masih maba (mahasiswa baru) tahun 2012 kemarin. Jangankan tahun keempat, UTS Semester dua aja baru besok Senin dimulai. Haha... Ada - ada aja...

Pengumuman pemenang akhirnya dilakukan sekitar pukul 18.00 pada hari itu juga. Dag dig dug...
Dan akhirnya, tim kami dipanggil sebagai Juara 1 kategori Lomba Web Design. Horeeeee!!! Karena lupa mendokumentasi dan pas menuju ke parkiran baru inget, maka akhirnya kita foto - foto narsis dulu. Hehe...
Yusuf, Lailul (aku), Alfiyan
muka udah kucel seharian ngikutin acara ini...
 
Yusuf, Lailul (aku), Alfiyan
poto - poto unyu dulu di depan poster gede, hihi...

Kemarin adalah acara penyerahan piala ketika penutupan acara ITS EXPO dengan bintang tamu D'Cinnamons. Meskipun dapet tiket gratis, tim kami nggak ada yang nonton. Haha, tidurlah sebelum tidur menjadi hal yang langkah. Ini penampakan yang ga begitu jelas...
 Alfiyan ga pake almamater -_-

Info lebih jelas, bisa lihat di akun tumblr ITS EXPO dengan klik disini. Semoga sedikit pengalaman dan cerita ini bisa bermanfaat buat kalian, syukur - syukur bisa jadi inspirasi (halah!).

Liburan Random!

"Hai hai hai... Kalian kangen aku nggak? Nggak? Oh, gitu? Fine!"
*nangis di bawah kran wudlu masjid deket rumah*
Well, itu drama abis! Jangan dibayangin, hehe...

"Liburan? Ngapain aja, Lul? Pasti cuma guling - guling ga jelas di atas karpet ruang tamu sambil nyanyi yang bikin anak tetangga sebelah nangis berhari - hari, iya kan? Kamu kan jomblo? Bener kan?"

Uhm, perlu dijawab nggak sih pertanyaan biadab seperti itu? Hih!
Oke, aku bakal cerita tentang liburan semester yang sumpah emang sebenernya nggak ngapa - ngapain sih.

Pertama!
Minggu awal liburan, aku sok - sokan bikin schedule target buat belajar gitu. Iya, belajar! Sekali lagi, BE-LA-JAR! Haha, ngenes banget liburan malah belajar. Nih, schedule yang aku maksud...

Di saat itu, aku ngerasa keren banget, sumpah! Mungkin emang ga jelas sih apa tulisan di note pribadiku itu, emang sengaja ambil gambarnya agak jauhan biar ga keliatan, hehe. Intinya di situ aku nulis tanggal segini, udah harus selesai belajar ini materi itu dan semua target harus selesai pada jam sekian di hari ini, halah ribet! Gitu deh pokoknya. Dan seperti biasa, target banyak yang meleset karena males - malesan, nggak mood, dan diajak temen main ngeluyur gitu deh. Alhasil selama dua minggu ini aku udah belajar HTML + CSS dasar doang, hehe. Jangan ketawa! Hih! :/

Kedua!
Mamaaaaaaak~ Tolong akoooooh!!!
Fine! Aku kena musibah beberapa hari ini, sebut saja musibah itu adalah serangan virus dari komputer yang asal muasalnya sembarangan nancepin flashdisk di warnet, hehe. Jangan ketawa! Hih! Beberapa hari ini juga sibuk benerin, googling, cari cara, nanya kesana - kemari ke beberapa temen yang alhamdulillah malah makin ribet kalo jelasin, hehe. Jangan ketawa! Hih! Akhirnya dengan kekuatan yang tak terduga, alhamdulillah koleksi dorama Great Teacher Onizuka di harddisk aku hilang, lenyap, tersisa hanya episode 1 dan 2 saja. Gila, sumpah! Itu tuh rasanya... apalagi pas buka folder koleksi video covernya Mikha Angelo yang juga tersisa 2 video saja. Jedaaaarrrr~ rasanya pengen banget nyamperin Mbak Syahrini sambil melotot ngeden dan bilang, "Mbak, bunuh aku dengan bulu mata anti badai yang cetar membahana ituuuu!!!". Jadi, akhirnya sampai sekarangpun nggak balik lagi deh itu file koleksi video, entah dimana mereka berada sekarang. Hiks!

Ketiga!
Alhamdulillah, di sisa keputus asaan dan perasaan gagal sebagai anak IT karena nggak bisa mengatasi masalah di laptopnya sendiri, aku masih punya harapan dan kepercayaan diri yang lebih. Btw, aku ikutan beberapa lomba/kompetisi sih beberapa hari terakhir ini. Doain aja biar (seenggaknya) nyantol gitu deh sesekali dua kali tiga kali menang semua, hehe. Jangan ketawa! Hih!

"Ikutan lomba apaan sih, Lul?"
Idiiih, kepo! Jomblo yah? Kok tanya - tanya gitu? Haha, yang jelas bukan lomba makan kerupuk aja sih. Udah, pokoknya doain aja! Menang ataupun nggak kalah itu udah wajar kok. Hehehehehehe...

Keempat!
Bismillah, aku mau ngurusin blog ini lagi deh kayaknya. Kesian banget liat blog - blog lain juga yang nggak sempet terurus karena majikan melarikan diri ke pelukan om John (Secondhand Serenade). Oke, lupakan!
Di sela - sela aku ngurusin beberapa blog, kalian bisa liat niat baikku dengan klik disini. Aku juga dapet sms random yang bikin geregetan hari ini. Janji yah, jangan ketawa! Oke? Mana dulu kelingkingnya? Nah, sip!
Asli! Ngerasa terhina juga dapet sms kayak gini... hiks :(
Heh! Dibilangin jangan ketawa! Hih! :/

Sekian cerita cuap - cuap tentang liburan yang emang random sih! Bye!

Bukan Sembarang Malam!

 Ketika malu bertanya, sesat di hatimu jalan...

Iya, peribahasa itu memang benar, guys! Pengalaman mengajari segalanya. Jadi, begini ceritanya.. Kemarin Kamis malam (oke, sebut saja malam jum'at...), aku sama Indi (temen sekelas) main sekaligus benerin laptopnya Indi yang dirusakin sama Yusuf (temen sekelas sekaligus komting kelas) di rumahnya Yusuf. Gegara telat, sepertinya Yusuf marah dan mulailah perjalanan yang terasa cepat. Kita ngebut maksimal ngimbangin Yusuf yang udah kayak nenek - nenek lagi PMS. Bagiku, ngebut udah biasa, tapi yang bikin ga biasa adalah posisi boncengan ini. Berat! Dan aku bayangin Indi yang posisinya dibelakang bakalan terpelanting bebas dan berakhir persis dengan adegan iklan motor Yamaha yang diperankan oleh om Komeng. Dramatis!

Setelah sampai tujuan di kediaman Yusuf, aku mengucapkan syukur sebanyak mungkin. Masih ga bisa bayangin kalo Indi tiba - tiba sesak nafas di jalan dan posisi lagi ngebut. Gosh! Mungkin aku bakalan langsung keramas di tempat kalo itu beneran terjadi. -_______-"

Proses perbaikan laptop berlangsung beberapa menit dan dilanjutkan belajar HTML + CSS untuk tugas Ketrampilan Komputer. Btw, pamer hasilnya yee? Masih cupu banget, tapi biarin lah yang penting pamer :p


Bencana mulai terasa ketika Indi ngeluh batuk pilek minta pulang, saat itu udah jam setengah sepuluh malam emang. Oke, akhirnya pamit pulang ke tuan rumah dan tragedi dimulai.

Pas inget - inget jalan berangkat tadi, ternyata ada acara sekumpulan Bapak - Bapak dimana kursi betebaran di tengah jalan. Aku yang masih cool tetep naik motor ngelewatin kursi - kursi itu, dan tiba - tiba ada salah satu orang yang marah dan nyuruh kita puter balik karna ga mau turun dari motor dan dianggap ga sopan. Errrr~ Okay, it's okay! Emang aku yang salah, akhirnya ngalah puter balik. Disitu pikiranku cuma takut tiba - tiba Indi sesak napas. Kalo itu beneran terjadi, demi apapun mungkin aku bener - bener keramas di tempat. -______-"

Dengan hati yang masih berceceran dan gejala hopeless mulai terasa, akhirnya balik ke rumahnya Yusuf dan tanya jalan lain. Setelah dikasi tau arahan sama Yusuf, akhirnya kita berdua nekad juga ambil jalan lain. Dengan keyakinan yang ga sampe setengah hati, perjalanan pulang berlanjut....

Tiap ada perempatan, dengan modal sok tahu dan handphone android yang ngadat (buat liat Google Maps), kita cuma ngira - ngira dan tanya orang arah ke kampus ITS itu lewat mana. Nyasar kesana kemari pun kita alami. Pada saat itu, aku baru ngerti dan bisa memahami perasaan Ayu Ting Ting ketika mencari alamat dimana ada campuran perasaan galau karna alamat yang dicari adalah alamat pacarnya. Gila, pasti waktu itu Ayu Ting Ting lebih hopeless dari kita, tapi Ayu Ting Ting bisa move on dan jadi penyanyi dangdut itu udah luar biasa sih. *eh, ini kenapa jadi ngomongi Ayu Ting Ting?* -_______-"

Jika diilustrasikan dengan gambar, mungkin jalan yang kita lalui seperti ini....

 ilustrasi arah pulang dengan keadaan sok tau maksimal
Di saat nyasar, tanya kesana kemari akhirnya nemu bangunan yang ga asing. Iya, THR. Seperti mendapat angin segar di malam hari dan berasa adegan lagu Butiran Debu dari Rumor segera berhenti (karna kita udah ngerasa ga tersesat dan tahu arah jalan pulang, okay?!). Tapi dugaan kita meleset, tragedi mulai lagi ketika kita ambil arah puter balik dan di belakang ada mobil box yang entah kenapa malah teriak umpatan atau apalah itu khas orang Surabaya. Yep, inilah pertama kalinya dipisui sama orang Surabaya sendiri. Pfiuh!

Masih dengan bekal sok tau, akhirnya Indi ambil alih kendali dan keajaiban sepertinya terlihat ketika Indi menemukan jalan kembali ke peradaban masing - masing (red: kost masing - masing). Dan... alhamdulillah, kita selamat sampai tujuan dengan mata berbinar - binar bagai tim rocket di Pokemon yang berhasil nyolong salah satu pokemon. Aaaaaaakkkhh~


kurang lebih ini menggambarkan perasaan kita waktu itu...

Dari cerita ini, mudah - mudahan bisa diambil pelajaran, entah dari sisi manapun. But, it was a wonderful nite! Haha, kayaknya Indi kapok ini dibonceng orang keren.

[Ide Konyol] Film: Rumah Tanpa Genteng

"Toloooooong, aku tambah kereeeeen!", teriak Lailul ketika bangun tidur dan berkaca sebelum mandi.
Oke abaikan kalimat di atas. Ga bisa? Bentar, wudlu dulu gih biar lupa. Udah? Okesip!

Pernah kan nonton film Rumah Tanpa Jendela? Belum pernah? Yaudah, sama!
FYI aja, aku kasi gambaran nih:

Nah, diantara ketika aku lagi jongkok sambil ngelamun tapi masih butuh tenaga, oke singkatnya pas aku lagi pup, aku dapet ide konyol ini. Entah kenapa... Mungkin karna rumahku ga punya genteng (sementara ini masih direnovasi). Tiba - tiba muncul ide bikin cerita buat nyaingin film di atas. Huahahahahahaha
***
Suatu hari seorang perempuan bernama Lailul yang merantau di Surabaya pulang ke Jombang dengan mengendarai BMX kesayangannya. (FYI aja, Surabaya - Jombang 180 km mungkin). Di perjalanan, ia yang jarang sekali bisa pulang ke rumah dengan semangat mengayuh sepeda BMX tanpa ragu. Perjalanan melelahkan setelah melewati banyak belokan, rintangan, mendaki gunung, melewati lembah, tapi perlu diketahui bahwa Lailul tidak sama dengan Ninja Hatori. Ia mengendari sepeda sedangkan Hatori cuma lompat - lompat ngilang (aku curiga kalo Hatori ini PHP, suka ngilang!).

Sesampainya di rumah, Lailul terkejut bukan main karena rumahnya hancur berantakan seperti ada segerombolan geng yang habis ngerampok terus menghancurkan rumahnya dengan basoka. Ia mencari - cari dimana Ibu dan adik - adiknya berada, tapi ia tak menemukan. Seketika itu dia berpikir, mungkinkah Ibu dan adik - adiknya terbang? Iya, rumahnya tak memiliki genteng. Mungkinkah Ibunya meninggalkan dirinya seorang diri di Rumah Tanpa Genteng ini? Mungkinkah Ibunya meninggalkan karena kesal setiap kali membuat ayam goreng tak pernah ia makan sedikitpun? (FYI: Lailul ga doyan ayam).
Lailul kebingungan dengan suasana rumah yang baru (tanpa genteng)

Di tengah kebingungan yang masih melandanya, tiba - tiba Lailul kebelet pipis dan menuju kamar mandi sembari memarkir sepedanya di antara reruntuhan yang bersisa. Ketika sampai kamar mandi, alangkah kagetnya ia ketika masuk ke kamar mandi dan menyadari bahwa kamar mandinya juga tak memiliki genteng. "Aaaaaakkhh~ It must be kidding meeee!!!", teriak Lailul yang ga jadi kebelet pipis.
Okay, fine! Warnanya emang pink!

Setelah itu Lailul pingsan saking terkejutnya dan tak percaya dengan apa yang ia lihat.
---TAMAT---

Vector Line Art - Indira

Yeah! Finally it's done!

Lama ga bikin vektor, secara misterius tanganku gatel banget pengen gambar pake mouse seperti masa - masa SMA dahulu kala... Secara random pula aku nemuin foto yang lumayan songong gayanya tapi menarik buat ditracing dijadiin lne-art. Yep! Ini foto temen sekelas di kampus. Namanya Indira.

Sebenernya pas liat foto ini, aku lebih pengen gambar manual pake pensil (terutama bagian rambutnya), tapi mood tiba - tiba ilang dan beralih ke digital art work, vektor lagi deh...



klik gambar untuk memperbesar