Setahun Kuliah, Ngapain Aja?

Hey yoo! Apa kabar blogku yang makin lama makin nggak keurus ini? Mumpung ada waktu dan memang sedang ingin berbagi cerita, kali ini aku posting pengalaman kuliah yang udah hampir setahun. Kurang lebih ini kayak curhat sih sebenernya, tapi yah mungkin bisa dijadikan pelajaran buat kalian yang mungkin mau kuliah, udah kuliah, atau bahkan mau dan akan lulus kuliah. Hehe :D

Lailul, seorang mahasiswi semester dua, D3 - Teknik Informatika dari PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya). Kampus kecil dengan banyak prestasi besar yang bangunannya terletak di sebelah saudara tuanya, ITS. Yep, kampusku bukan lagi menjadi bagian dari ITS lagi sejak tahun 2012. Ini berarti aku angkatan pertama PENS (tanpa ITS) dan aku bangga setengah mati menyandang status ini.

Dulu, mimpi besar aku perlihara bukanlah jurusan Teknik Informatika meskipun sejak kelas 6 aku sudah sangat menyukai komputer itu sendiri, mulai belajar menginstall program sendiri, utak-atik sistem operasi, dan lain sebagainya. Tetapi perhatianku terhadap komputer sebagai alat "komputasi modern" ini berubah ketika menginjak kelas 3 SMP menuju kelas 1 SMA. Aku lebih suka menggunakan komputer sebagai alat untuk menuangkan imajinasi melalui desain grafis. Saat itu, aku lebih tertarik membuka photoshop dan belajar memanipulasi gambar. Pada kelas 2 SMA, aku mengenal lebih luas lagi tentang dunia desain grafis. Aku mulai mengenal vektor dengan Corel Draw atau Adobe Illustrator. Tidak hanya itu, aku menemukan akun-akun orang hebat dalam ilustrasi dan melihat karya mereka di blog mereka. Hal ini justru membuatku lebih tertarik untuk mendalami dunia desain ini, hingga ada cita - cita untuk kuliah desain. Disisi lain, aku suka dengan pelajaran menghitung meskipun aku sendiri tidak mahir betul di dalamnya, seperti matematika dan fisika. Maka muncul juga dalam pikiranku untuk ambil Arsitek atau Teknik Sipil agar bisa memadukan perhitungan angka dengan seni. Aku berpikir ini akan menjadi perpaduan yang hebat, otak kanan dan otak kiri akan digunakan seimbang nantinya.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai berpikir lebih dewasa saat kelas 3 SMA. Prospek kerjanya DKV, Arsitek, dan Teknik Sipil aku rasa kurang "ngeh" di Indonesia. Dulu aku terinspirasi dari sebuah brand advertising di Amerika dimana pendirinya adalah orang Indonesia. Aku dulu ingin sekali bisa bekerja di dunia advertisement dengan harapan bisa menuangkan imajinasi dan membuat mata orang lain dimanjakan dengan apa yang aku hasilkan dalam desain. Tapi ketika menyadari itu di luar negeri, aku jadi ingat juga kalau Arsitek juga lebih "dihargai" di luar Indonesia. Maka dengan pemikiran dan pertimbangan berbulan - bulan akhirnya kuputuskan saja untuk mengambil Teknik Informatika dengan harapan aku bisa menggunakan kemampuanku di matematika yang sedang - sedang saja ini tetapi tidak juga meninggalkan komputer dan tentu saja aku masih bisa menyalurkan hobi desainku yang belum bisa dibilang mahir juga.

Jika kalian pernah menonton film Negeri 5 Menara, pasti kalian akan mengerti bagaimana perasaan Alif, tokoh utamanya saat menjalani pilihan yang bukan dari hatinya. Kurang lebih aku pernah mengalami hal yang sama. Orang tua lebih mendukung aku di jurusan ini, Teknik Informatika. Aku menjalaninya dengan sepenuh hati dan masih excited di awal perkuliahan. Hingga ada satu mata kuliah yang membebankan tugas untuk membuat software dan menjualnya, tugas ini diberikan pada minggu ketiga aku kuliah. Gila? Iya! Kemampuanku yang start dari nol tentang pemrograman ini membuatku berpikir keras, belajar banyak, tetapi tak juga membuahkan hasil. Meskipun pada akhirnya kelompokku menggunakan software buatan temanku, Riza, aku sempat menangis juga dan menyesal, kenapa ambil jurusan ini dan sempat juga ingin menyerah, hehe.

Tetapi aku kembalikan lagi tujuanku kuliah saat itu, aku ingin suatu saat nanti minimal aku bisa menghidupi diriku sendiri tanpa membebani orang tua. Aku lebih suka membaca quotes orang - orang sukses di bidang IT setiap kali semangatku turun, seperti quotes dari Steve Jobs ataupun Bill Gates. Mengingat mereka justru D.O dari kuliah dan bangkit dengan cara mereka sendiri, ini salah satu inspirasiku juga dalam belajar. Aku juga bersyukur ketika kuliah bertemu dengan saudara - saudara sekelas yang tidak mampu kujelaskan dengan kata - kata, mereka hebat! Karena mereka juga aku bangkit, aku belajar banyak tentang hidup, belajar tentang budaya dan latar belakang mereka, motivasi mereka kuliah, hingga belajar arti persaudaraan dan keluarga.

suasana ketika Riza traktiran karena IP-nya tertinggi di kelas, 3,93 loh!

suasana ketika Fadhil panen ayam dari Kediri, terus bakar-bakar dirumahnya Yusuf

ibu - ibu D3-IT-A, hayoo coba tebak aku yang mana, haha

Dengan bangkitnya semangatku, aku baru sadar, ternyata ini loh jalanku yang terbaik. Jalan yang sudah diberikan Allah dengan segala kasih sayang dan nikmat-Nya berlimpah ruah kepada hamba-Nya yang terkadang sembrono dan lupa ibadah ini, astaghfirullah.

Lalu udah ngapain aja setahun ini, Lul?
Udah dapet apa aja, Lul?
Gimana pencapaian dan targetmu selama ini, Lul?

Salah satu kisah menarik ketika kuliah adalah taruhan ngoding, disini aku, Aulia, Yusuf, dan Ridlwan memiliki perjanjian khusus ketika akan UAS semester satu dulu. Kita taruhan buat menyelesaikan modul praktikum konsep pemrograman dalam dua atau tiga minggu kalo nggak salah. Siapa yang belum selesai atau yang paling sedikit ngodingnya, traktir yang lain. Hehe, ternyata Aulia masih sampe bab string dulunya sedangkan aku dan Ridlwan nyampe pointer dan Yusuf udah selesai malah.

Setelah UAS juga aku alhamdulillah diajak untuk mengikuti kompetisi sama Yusuf dan Alfiyan, bisa dibaca dengan klik disini untuk cerita kompetisi itu, hehe.
tim BluIce_01, mukanya kucel seharian presentasi dan nunggu pengumuman

Tidak hanya itu, selain kuliah aku juga menyempatkan menerima pesanan vektor jika tugas kuliahku sendiri tidak terlalu banyak. Oh iya, sempat juga aku dan Yusuf mengikuti kompetisi lagi di Universita Brawijaya, Malang. Alhamdulillah menang lagi, hehe :D
belum sempet foto sebagai satu tim dengan Yusuf, ini tim Forza Informatika

Pencapaian dan targetku sendiri alhamdulillah 80% tercapai, dan sampai saat inipun masih berusaha untuk mencapai 100% itu sendiri. Mengingat kalimat yang pernah aku ucapkan dulu ketika kakak kelas memberikan pertanyaan pada kami (sebagai adek kelas), apa motivasi masuk Teknik Informatika? Aku menjawab karena dua hal:
1. Aku pengen buktiin kalo logikanya cewek itu ga kalah sama cowok. Cewek juga bisa lebih jago dari cowok, meskipun pada umumnya memang cowok dikenal logikanya lebih kuat dari cewek.
2. Biar keren aja, haha.

Jujur, kemampuan codingku hanya sebatas bisa, bukan di atas rata - rata apalagi dewa. Justru bisa dibilang masih belajaran, logika belum sepenuhnya terbentuk. Bikin program sederhana aja kadang masih butuh coret-coret kertas buat menerka logika pemecahan masalahnya. Tapi gapapa, aku sendiri kadang merasa minder memang, tapi kalo minder terus-terusan dan ga mau belajar itu yang salah. Intinya sih, hilangkan rasa malu bertanya dan takut terlihat bodoh. Mereka yang udah jago dulunya pasti pernah mengalami masa - masa menjadi "newbie" juga kan? Hehe...

Kesimpulannya, sama seperti apa yang diucapkan oleh Ayah Alif di film Negeri 5 Menara:
Kamu tidak akan pernah tau mana yang baik buatmu jika kamu tidak mencobanya.

Oh iya, aku belajar dari pengalamanku melihat teman - teman yang merasa tidak mampu mengikuti mata kuliah lalu merasa salah jurusan padahal minat mereka disini, aku yakin itu bukan karena ketidakmampuan mereka, tetapi itu karena kemauan mereka. Bukan masalah bisa atau tidak, mungkin IQ kalian lebih tinggi daripada IQ-ku yang sedang - sedang saja, tapi apa guna IQ tinggi kalau kalian tak punya kemauan untuk mencoba.

Ibarat kalian ingin kenyang, tapi kalian hanya melihat nasi di depan kalian tanpa mau berusaha mengambil sendok dan memakannya. See? Apa yang kalian dapatkan di masa depan adalah buah dari apa yang kalian lakukan hari ini. Pokoknya belajar terus, biar dikatain bodoh, ga jago ngoding, ga pinter juga, pengalaman kurang, bahkan dianggap sok tau, tetap aja belajar terus dan jadiin kata - kata cibiran untuk kita sebagai motivasi untuk membuktikan kalo cibiran itu hanya sekedar "cibiran". Hehe..

6 comments:

Alfiyan said...

wah, saya ganteng :3

LaiLuL a.k.a LL said...

alhamdulillah, saya sendiri masih keren...

Nico_Alfiansyah Scout-1325 said...

iso perpaduan karo didik lul penulisa cerita wkwkwkwkwk

Arief Bachrul said...

sippp mbak :)
maju terus :)

visit:
Free Software and Games

LaiLuL a.k.a LL said...

Nico: haha, ndaklah, aku ga ada bakat nulis, mas! :D

Arief: nabrak dek kalo maju terus, ada saatnya berhenti untuk berpikir, mau belok apa lanjut maju :p

Ahmad Naim said...

kak kalo kuliah tu habis berapa uangnya ya soalnya ku pengen kuliah aku kelas 12 sma skarang,bingung biaya nggk memadai

Post a Comment